Sebuah lirik..


Persembahan hati yang tak berdusta
Selarik kalimat rindu menepis malam,  
Hidup dalam nafas keabadian.  
Cinta yang terus menebarkan partikel-partikel yang mengembang,  
Bagaikan galaksi di semesta yang menuju alam tak berbatas.  

Sekecil apapun cinta,  
Esensinya terus hidup dalam riak sungai-sungai yang mengalir dalam sanubari.  
Menyentuh setiap helai harapan yang tumbuh,  
Mengalir dalam denyut jantung yang bergetar dalam kesunyian.  
Aku menderita, namun aku mencinta.  
Tak dapat kurengkuh indahnya dalam malam sepi,  
Namun biarkanlah ia terus hidup,  
Perlahan namun menguat,  
Menjadi api kecil yang takkan pernah padam.  

Aku rindu,  
Wanginya melucuti seluruh fikiranku,  
Membuatku tak sadar ingin menuju dekapmu,  
Mengayuh awan dalam cahaya rembulan,  
Demi bunga-bunga yang bermekaran,  
Demi malam yang berbintang,  
Demi setiap detik yang melukiskan namamu di langit.  

Izinkan aku mencintaimu…  
Di antara desiran angin yang membawa bisikan rindu,  
Dalam setiap getaran hati yang tak bisa kubendung,  
Hingga cinta ini menjadi bayang abadi di cakrawala.

[110614]

Comments