Selayang rindu..
Ada sebuah senyawa di dalam otakku yang membuatku terus terjaga malam ini,
Setelah siang harinya menabuh hiruk pikuk kota dalam guyuran air hujan.
Mungkin kita mesti bicara...
Kau... Aku...
Genggam jemari ini dan mari menari seiring lantunan dawai nan lembut,
Sampai esok pagi mengulang perjumpaan dengan mentari.
Sebelum berpisah, kulayangkan ciuman lembut di bibirmu,
Hingga kau terdiam dan menangis.
Ya, aku merasakan yang sama...
Selayang rindu yang tak pernah singgah,
Bagaikan kupu-kupu yang tak dapat lagi terbang menuju bunga.
Izinkan aku mengusap sepi di wajahmu,
Menggenggamnya lama dengan kedua tanganku...
Mendaratkan sebuah pelukan hangat,
Di mana kau dapat menumpahkan tangis di bahuku.
Rasa ini akan terus bertahan pada musim-musim mendatang,
Ia telah tersentuh olehmu.
Aku sendiri yang akan mengantarmu pada sebuah ketenangan,
Dalam satu lingkaran cahaya yang membukit di atas sana.
Diam... Diam... Janganlah bicara...
Rasakan aroma daun mint yang tengah kau hirup sekarang,
Hangatkan hatimu dan tataplah aku...
Kau akan pulang dalam pelukanku.
Dalam setiap detik, aku akan menunggu,
Di ujung waktu yang menenun asa dan cinta,
Menyambutmu kembali,
Di pelukan yang tak pernah lelah menantimu pulang.
(100614)



Comments
Post a Comment
Leave your comment here :)