Sayap Bersajak Untuk Sang Cinta..

Akhirnya..
Telah kuantarkan cinta menuju gerbang keabadian, 
Di mana cahaya surga memeluknya dalam keheningan yang abadi. 

Ia telah mengepakkan sayapnya dan beranjak pergi, 
Tersenyum dalam laranya, 
Menyisakan pesona yang terbang bersama kenangan

Sebelum menghilang di cakrawala, 
Ia sempat meninggalkan sekuntum bunga mawar di tepian hati ini. 
Harumnya mengingatkan pada keindahan surgawi, 
Menyentuh setiap helai rinduku yang mengalir tanpa henti. 

Ketika aku beranjak tuk bangkit menapaki kehidupan, 
Kutemukan lagi secarik kertas berpesan: 

"Untuk gadis kecilku, zat surgawi yang berada di bumi.
Kuatkanlah langkahmu dalam mendaki titian kehidupan ini,
Bersabarlah.
Penuhilah dunia dengan kasih yang tulus.
Tersenyumlah,
Dari cinta yang mencintaimu."

Air mata pun mengalir, bercerita tentang rasa
Mengalun lembut dalam irama hati yang rapuh
Kutatap kedamaian yang melukiskan bahasa kasihmu, 
Bersinar dan menawan..

Menghangatkan kalbu yang sepi
Menghidupkan kembali jiwa yang hampir layu. 
Kini telah berbunga kembali tuk siap menapaki hari, 
Seperti embun pagi yang menyentuh dedaunan, 
Menghidupkan harapan dalam dinginnya fajar. 

Dalam keheningan malam yang sunyi, 
Terselip namamu dalam setiap desahan angin, 
Mengalun lembut membawa bisikan rindu, 
Mengisi kekosongan yang dulu begitu menggurat. 

Mawar yang kau tinggalkan, 
Akan terus bersemi dalam relung hati, 
Menjadi cahaya yang tak pernah padam, 
Walau gelap malam mencoba merenggutnya. 

Di bawah langit yang dipenuhi bintang-bintang, 
Aku memejamkan mata, 
Mendengar gema suaramu yang lembut membimbingku, 
Menyusuri mimpi-mimpi yang dulu sempat hilang, 
Kini kembali dalam pelukan kasihmu.

Pesanmu, bagai lentera di tengah gulita, 
Menuntun langkahku yang kadang ragu, 
Membawaku kembali pada jalan cinta yang tak berbatas. 

Meski jarak memisahkan, 
Cintamu hidup dalam setiap detik yang berlalu
Mengisi kekosongan dengan kehangatan yang abadi. 
Di mana cinta kita akan bersatu dalam keabadian, 
Di bawah naungan langit yang penuh kasih dan keindahan.

[201114]


Comments