DALAM BAYANG KASIH YANG TERTINGGAL
Aku berlari…
Jauh sekali,
Sebelum mengenalmu,
Ku telah lelah menempuh jutaan sajak dan duka asmara.
Tiada yang membuatku menjadi dewasa,
Aku hanyalah seorang gadis kecil yang meratapi,
Menangis tersedu mengingat cintamu.
Kau tersenyum menatapku,
Meneduhkan serpihan hati yang kering,
Mengangkatku dari sebuah bejana duka dan air mata.
Aku bukanlah siapa-siapa bagimu,
Sungguh debu itu lebih besar dariku,
Namun Kau selalu hidup dalam setiap hembusan angin,
Menyatu dalam jiwaku.
Selamat Jalan,
Sampaikanlah salam Cintaku pada Kekasih hati,
Sudikah diriNya memandang diri ini,
Yang terbatasi oleh kesedihan dan kerendahan?
Dalam setiap doa dan ratapan ini,
Aku merasakan kehadiranmu yang abadi,
Menyusuri setiap lembah kesunyian dan kerinduan,
Mengisi ruang kosong yang kau tinggalkan.
Kau adalah cahaya yang tak tergantikan,
Yang membimbingku dalam kegelapan ini,
Menyiramkan kasih yang tak pernah pudar,
Dalam perjalanan jiwa yang masih mencari.
Kini, aku hanya bisa mengirimkan untaian harapan,
Menyatukan segala kerinduan dalam pujian,
Memohon agar cintamu tetap hidup dalam diriku,
Sebagai cahaya dalam setiap langkah yang kutempuh.
Selamat Jalan..
Sampai jumpa di ruang yang abadi,
Di mana kita akan bertemu kembali,
Dalam pelukan kasih Ilahi yang tak terhingga.


Comments
Post a Comment
Leave your comment here :)