Madness
Langit mendung sekali hari ini, Kawan!
Apa yang kau persiapkan untuk perjamuan malam ini?
Dinginnya dapat lebih membekukan matamu yang sudah seperti es
Tak apa.. Kalian sama..
Tak berucap, tak bernada, dan tak bergeming..
Apa kau pernah melihat secangkir anggur hangat?
Esensinya telah rusak
Tak berfungsi lagi membawa jati dirinya..
Imajimu liar, cerdas dan tajam..
Namun sedikit saja kau tersentuh, kau racun untukku..
Aku adalah anggur yang dapat mati, berubah rasa dalam satu kerlipan mata
Namun aku tetap memabukkan..
Dalam segala kegilaan yang hinggap di otakku kini,
Aku ingin kau bersulang untukku karena turut menjadi gila bersamamu
Kau gila dalam diammu,
Aku gila dalam segala hal yang membuatku hampir saja menjadi orang paling gila
Mari kita hitung bintang malam ini
Sambil mencari inspirasi bait-bait puisi..
Setidaknya bila langit mendung, kau pura-pura menghitungkan bintang untukku
Aku akan di sini hingga jangkrik malam berhenti bersuara
Jika kau masuk, aku masuk..
Namun tak ada apa-apa di dalam, mungkin kau bisa membuat pancake?
Oh aku lupa.. kau hanya bisa diam..
Betapa sunyinya dunia saat hanya berbagi dengan bayang-bayang,
Namun di dalam kebisuanmu,
Kau, saksi dari segala absurditas yang kulakukan,
Aku akan terus berbicara,
Hingga fajar menjelang,
Menyiramkan sinarnya pada kita yang terjaga,
Menunggu saat langit terbuka,
Dan kau, akhirnya mencair dalam sinar pagi yang hangat.
Tapi sampai saat itu tiba, Kawan,
Dengarlah, meski kau tak bersuara,
Kita bersama dalam kekosongan yang penuh makna,
Meskipun tololnya aku berbicara
denganmu..
Karna kau benda mati..
(030614)


Comments
Post a Comment
Leave your comment here :)