Dalam cengkraman keangkuhan

Jika di pelupuk matamu kau tunjukkan sebuah keangkuhan,  
Cinta manakah yang mampu kau sembunyikan dari hatimu yang tersembunyi?  
Jika bibirmu tak mampu berucap kalimat rindu,  
Lalu bagaimana dengan air mata yang menetes dalam kesunyian tidurmu?  
Cinta telah merasuki Dunia, tak ada ruang untuk pelarian,  
Datang dengan seribu bayang sukacita dan serpihan duka yang tak terhindarkan.  

Nikmatilah kehadirannya,  
Rasakan getaran lembut yang membelai jiwa,  
Seperti aku yang meresapi setiap hari dalam merindu,  
Cinta ini akan merenggut malammu yang sunyi,  
menembus tembok keteguhanmu dengan kelembutan yang tak tertahan.  

Keangkuhanmu hanyalah ilusi,  
Cinta, ia adalah cahaya yang meresap ke dalam kegelapan malam,  
menyusup dalam setiap denyut nadi,  
meski kau mencoba menutupinya dengan kesombongan yang membatu.  
Di dalam setiap detik sunyi yang kau ciptakan,  
cinta tetap merasuk, menembus batas-batas penolakanmu,  
mengisi ruang yang kau kira kosong dan tak terjamah.  

Kau mungkin menolak dengan seluruh kekuatanmu,  
namun cinta, dengan segala daya tariknya,  
adalah hujan yang meresap ke dalam tanah kering hatimu,  
menghidupkan kembali benih-benih kerinduan yang tersembunyi.  
Di malam yang hening, ketika bintang bersaksi,  
cinta akan merenggut kesunyianmu,  
menyisakan jejak yang tak bisa kau hapus,  
sebuah pengingat bahwa di balik semua penolakan,  
cinta tetap mengalir,  
menyentuh, dan meresap dalam jiwa yang tersembunyi,  
hingga akhirnya kau tak bisa lagi menghindar,  
dan akui bahwa cinta adalah bagian dari dirimu,  
yang tak akan pernah bisa kau abaikan.

(310514)


Comments

Popular post