Mari kita begadang!
Malam ini, niatku sederhana namun mendalam, yaitu menemani Tuhanku yang tak pernah mengenal kantuk, Dia yang tak terlelap, meski malam merangkak pelan di angkasa.
Aku ingin menemanimu malam ini, wahai Sang Kekasih Abadi,
Menyusuri jalan sunyi bersamaMu, di antara bintang-bintang yang bisu,
Aku ingin menulis malam ini sampai penaku mengering,
Namun, tinta ini tak pernah habis, karena aku menulis di media digital..
Namun apa daya, satu sentuhan jari, karena satu kecelakaan kecil,
Bagaikan menekan tombol misteri yang menyulut ledakan tak terduga,
Seperti menekan tombol nuklir di kota yang dihuni monyet-monyet tak berdosa,
Semua tulisanku di blog, yang kubangun dengan susah payah,
Hilang dalam sekejap, menguap ke udara seperti embun pagi,
Dan aku harus kembali menuliskannya,
Di tanggal ini 8 Juni 2014 aku harus memposting ulang yang kuingat.
Ah, rupanya Tuhan ingin aku bercengkerama lebih lama malam ini,
Dengan secangkir kopi hangat sebagai teman setia hingga fajar menampakkan wajahnya.
Baiklah, wahai Sang Kekasih, mari kita lanjutkan percakapan ini,
Guyonan halus di antara hamba yang teramat kerdil dan Sang Maha Segalanya,
Aku mencintaiMu, Wahai Tuhanku, dengan cinta yang begini adanya yang ku mampu, namun dalam..
(080614)
*Sebetulnya aku benci menuliskan kembali tanggal ini,


Comments
Post a Comment
Leave your comment here :)